Budaya
Khas Aceh Besar( Segi Makanan)
Ø Kuah
Belanga(Kuah Beulangong)
Kuah beulangong. “Beulangong”
artinya kuali besar atau belanga yang digunakan untuk memasak.
Ukurannya dipilih yang besar, berdiameter sekitar satu meter.
Kuah beulangong adalah makanan khas Aceh,
salah satunya Aceh Besar yang bahan utamanya bisa daging sapi, daging
kambing, atau daging kerbau yang dicampur dengan buah nangka, atau ada juga
yang menggunakan pisang kapok.
Memasak kuah
beulangong membutuhkan bumbu yang cukup banyak, dan hampir sama dengan
bahan dan bumbu untuk memasak kuah sie kameng, seperti kelapa gongseng, kelapa
giling, cabai merah, cabai kering, cabe rawit, bawang putih, jahe, kunyit,
ketumbar gongseng, kemiri, lengkuas, dan masih banyak bumbu lainnya yang
semuanya digiling.
Cara membuat kuah beulangong
atau resep kuah beulangong khas Aceh lumayan mudah. Daging yang sudah
dipotong kecil-kecil dicuci bersih dan dimasukkan ke dalam kuali besar
tadi. Aduk dengan bumbu yang Loveaceh.com sebutkan di atas sampai
merata, dan jangan lupa di kasih garam yang sesuai.
Selanjutnya siram dengan air
secukupnya, aduk lagi dengan tangan. Tunggu sampai daging masak setengah
matang, dan juga sampai bumbunya meresap sempurna.
Siapkan buah nangka muda tadi
atau bisa juga di tambah dengan buah pisang kapok yang telah di potong
kecil-kecil, lalu masukkan ke dalam kuali bersama bawang yang telah dirajang.
Tambahkan air lagi, dan biarkan hingga masak.
gambar Kuah Beulangong(Belanga)

Ø Kuah Sie Reuboh(Daging Rebus)
Sie Reuboh,
kalau dalam bahasa Indonesia “daging rebus” adalah kuliner khas Kabupaten Aceh
Besar yang hingga saat ini masih di lestarikan. Saat menyambut bulan Ramadhan,
kuliner daging ini wajib ada di meja makan di setiap rumah.
Tradisi
Meugang di peringati sebagian besar masyarakat dua atau satu hari menjelang
Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, dan Idul Adha. Di hari Meugang inilah warga
membeli daging, baik daging sapi, kambing maupun daging kerbau untuk di masak.
Walaupun
harga daging selalu naik di hari Meugang atau dua hari menjelang Ramadhan, bagi
orang Aceh hal tersebut tidak masalah asalkan bisa kebagian membeli daging.
“Menye hana
Sie Reuboh, lage hana hie sagai uroe Meugang nyo (Tanpa Sie Reuboh, hari
Meugang ini terasa ada yang kurang” kata Kak Ni, ibu rumah tangga warga desa
Lamleubok, Indrapuri Aceh Besar ini kepada Loveaceh.com.
Rasa Sie Reuboh yang gurih, pedas, dan asam
membuatnya sangat nikmat dan lezat bila di santap dengan nasi putih hangat.
Selain
membeli sendiri dagingnya, banyak juga yang patungan uang dan membeli satu ekor
sapi. Sapi tersebut di potong di hari Meugang dan dibagikan rata bagi mereka
yang patungan uang tersebut.
Nah, di saat
masakan khas Aceh lainnya berbumbu kuat dan lengkap dan banyak
terdapat rempah-rempah, masakan khas Aceh Sie Reuboh ini malah bahan
membuatnya sangat sedikit dan sederhana. Seperti bawang merah, bawang putih,
cabe rawit, cabe merah, dan merica.
Semua bumbu
ini dihaluskan, dan dimasukkan ke dalam daging yang sudah di rebus. Sambil di
aduk merata, tak lupa di kasih cuka untuk menambah rasa asamnya.
Gambar Sie
Reuboh(Daging Rebus)

Ø Kuah Pliek U
Masakan atau gulai khas Aceh ini
adalah gulai para raja yang dikenal dengan nama "kuah pliek-u." Gulai
ini dibuat dari campuran berbagai jenis sayuran ditambah "pliek-u"
dan kepala ikan asin sebagai penyedapnya. "Pliek-u" atau patarana
adalah sisa atau ampas kopra (kelapa) yang minyaknya sudah diperas dengan alat
tradisional yaitu dua bilah papan yang dipress dengan baut besar. Masyarakat di
pedesaan Aceh, sejak masa jayanya Kerajaan Aceh sampai kini masih terus
mengolah kelapa secara tradisional. Olahan kelapa ini menghasilkan minyak
goreng yang disebut dengan "minyeuk reutik." Ampasnya tidak dibuang,
tetapi dijemur kembali sehingga menjadi "pliek-u" yang berwarna
hitam.
Pliek-u memancarkan aroma minyak kelapa yang
khas. Dalam tradisi masyarakat Aceh, "pliek-u" menjadi salah satu
bumbu penyedap untuk mengolah sayuran menjadi gulai (kuah) pliek-u. Gulai ini
sangat digemari oleh warga Aceh, baik yang masih tinggal di Aceh apalagi yang
sudah lama di perantauan. Kuah pliek-u bagaikan sebuah wadah perekat warga Aceh
yang tinggal di perantauan. Bila ada acara kangen-kangenan warga Aceh di rantau,
dapat dipastikan bahwa hidangan utamanya adalah kuah pliek-u. Pliek-u juga
sering digunakan sebagai bumbu rujak colek untuk pisang muda atau buah rumbia
(buah pohon sagu). Kalau lagi tidak ada cemilan, maka alternatifnya adalah
mencari pisang muda sambil membawa pliek-u dalam kantong plastik kresek. Sambil
duduk dibawah batang pisang, tanpa terasa kita bisa menghabiskan satu sisir
pisang muda. Pasangan pliek-u memang buah yang rasanya sepat (kelat) seperti
pisang muda dan buah rumbia. Dengan campuran pliek-u rasa sepat buah tersebut
akan ternetralisir.
Bagaimana cara membuat kuah pliek-u?
Sangat mudah, rajang sayuran mulai dari nangka muda, daun melinjo ditambah buah
melinjo muda, kacang panjang, kacang buncis, terong hijau, daun kangkung, daun
singkong, dan buah labu siam. Bumbu pelengkapnya terdiri dari pliek-u sebanyak
setengah gelas kecil, udang ebi, kepala ikan asin, ketumbar, cabe merah, cabe
rawit, bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, kelapa sangrai (gongseng),
merica dan asam sunti (belimbing bulat). Setelah dirajang, sayuran itu direbus
sampai matang sekitar 30 menit. Kemudian masukkan bumbu yang sudah
digiling/diblender (kecuali udang ebi atau kepala ikan asin) tadi dalam sayuran
tersebut. Biarkan bumbu-bumbu itu terserap oleh sayuran yang sedang mendidih
tersebut. Gulai (kuah) pliek-u sudah siap untuk disantap apabila sudah
mengeluarkan aroma khas, harum dan merangsang selera makan.
Gambar Kuah Pliek U

Ø Bulukat(Kuah Tuhe/Kuah Pengat)
Di Aceh, selain kolak yang terbuat dari pisang dan ubi,
ada satu lagi jenis kolak yang dibuat dengan menggunakan santan, pisang klat
barat (sejenis pisang raja) dan isi buah nangka. Masyarakat Aceh menamai
makanan ini dengan sebutan Bulukat Kuah Tuhe. Kolak bulukat kuah tuhe menjadi
salah satu penganan khas warga Aceh. Kolak bulukat kuah tuhe disajikan dengan
ketan yang dimasak secara terpisah itu memiliki rasa manis, gurih, legit dan
lezat. Makanan ini hampir merata terdapat di seluruh Aceh lho, sobat traveler.
Jadi, sobat traveler tak perlu kebingungan untuk mencari Kolak bulukat kuah
tuhe ini ketika mengunjungi Aceh ya, sobat traveler.
sumber
gambar: www.igsta.com
Cara membuatnya pun cukup mudah. Bahan membuat kuah
terdiri dari santan yang menjadi kuahnya. Sementara pisang raja dan daging buah
nangka yang telah dipotong kecil-kecil menjadi isi kolak. Agar lebih wangi,
masakan tersebut diberi daun pandan. Diberi garam sedikit untuk menambah gurih
rasa manis dan wangi kuah kolak.
sumber
gambar: http://auliaoktavella.it.student.pens.ac.id/
Bila biasanya kolak disajikan saat
bulan Ramadhan saja, sajian lezat ini tidak hanya disajikan dalam bulan
Ramadhan. Bulukat kuah tuhe biasanya juga dihidangkan pada acara peringatan
Maulid Nabi Muhammad. Kolak khas Aceh ini juga sering disajikan di hari-hari
biasa lho, sobat traveler. Beberapa tempat seperti di meunasah atau di
rumah-rumah penduduk yang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tak lupa
menyajikan Bulukat kuah tuhe sebagai hidangan siang hari, selain nasi dan lauk
pauk. Lalu, kuah tuhe dimakan bersama ketan. Sebagai varian menu, biasanya pada
malam hari juga disajikan bulukat kuah pengat.
Gambar Bulukat(Kuah Tuhe/Kuah
Pengat)

Ø Kuah Asam Keu-eung(Asam Pedas)
Asam
keueng merupakan salah satu masakan khas Aceh tampilan dan rasanya
sebenarnya mirip-mirip dengan gulai asam padeh di Padang. Bedanya pada asam
padeh, komposisi cabai merahnya cukup beragam sehingga tampilan kuahnya tampak
merah membara. Untuk asam keueng walau bercita rasa pedas dan asam juga namun
menggunakan porsi kunyit sehingga warnanya terlihat kekuningan. Perbedaan
lainnya pada jenis asam digunakan, umumnya asam padeh menggunakan
asam kandis terbuat di buah tanaman Garcinia xanthochymus
dikeringkan, asam sunti terbuat di buah tanaman belimbing wuluh (Averrhoa
bilimbi). Dari segi rasa maka asam sunti memberikan rasa asam lebih
lembut, unik dan belum setajam asam pada asam kandis. Saya sendiri lebih suka
rasa asam dihasilkan oleh asam sunti, karena walaupun kita masukkan cukup
beragam ke dalam masakan belum secara drastis membuat rasa masakan menjadi
terlalu kecut. Selain penggunaan asam sunti, masakan asam keueng juga
menggunakan daun rempah bernama daun kari atau salam koja. Daun ini memberikan
fragrance khas kari lembut membuat masakan asam keueng anda menjadi lebih
spesial. Informasi mengenai daun bumbu ini bisa anda klik di weblink di sini.
Asam keueng berarti asam pedas rasa nano-nano, asam asin pedas menjadi satu dalam kuahnya kekuningan. Tidak hanya terpaku pada ikan bisa anda sebaiknya, udang pun lezat bila diolah dengan cara ini. Umumnya masyarakat Aceh menggunakan periuk tanah liat bila memasaknya tetapi dengan wajan pun (seperti saya pergunakan) tetap lezat. Hmm, mungkin ini karena saya belum pernah mencicipi asam keueng dimasak dengan periuk tanah liat.
Untuk membuatnya terbilang sangat mudah, bagian tersulitnya mungkin hanya pada dua bumbu rempah digunakan yaitu asam sunti dan daun salam koja.
Asam keueng berarti asam pedas rasa nano-nano, asam asin pedas menjadi satu dalam kuahnya kekuningan. Tidak hanya terpaku pada ikan bisa anda sebaiknya, udang pun lezat bila diolah dengan cara ini. Umumnya masyarakat Aceh menggunakan periuk tanah liat bila memasaknya tetapi dengan wajan pun (seperti saya pergunakan) tetap lezat. Hmm, mungkin ini karena saya belum pernah mencicipi asam keueng dimasak dengan periuk tanah liat.
Untuk membuatnya terbilang sangat mudah, bagian tersulitnya mungkin hanya pada dua bumbu rempah digunakan yaitu asam sunti dan daun salam koja.
Gambar
Kuah Asam Keu-Eung

Ø Kue Bhoi
Kue Bhoi
merupakan salah satu penganan populer di Aceh. Bolu ini hadir dalam beragam
bentuk seperti ikan, bunga atau bintang. Teksturnya yang lembut membuat kue
bhoi enak disantap bersama secangkir kopi hangat.
Bolu khas Aceh ini memiliki tekstur luar kering dan bagian dalam yang lembut. Rasanya manis namun tak berlebihan. Kue bhoi nikmat dimakan bersama segelas teh hangat atau kopi. Masyarakat Aceh pun suka mencelupkan kue bhoi dalam kopi panas sebelum disantap. Tekstur kue jadi lembut saat masuk ke mulut.
Selain untuk santapan sehari-hari, kue bhoi juga jadi bagian dari tradisi Aceh. Kue bhoi dijadikan bagian seserahan dari pengantin pria untuk pengantin wanita pada acara pernikahan. Disamping itu bhoi banyak jadi buah tangan saat berkunjung ke rumah saudara atau hajatan seperti khitan dan kelahiran.
Adapun proses pembuatan kue bhoi tidak terlalu rumit.
Mirip seperti kue bolu biasa. Bahannya hanya terdiri dari tepung terigu, gula pasir, telur, vanili dan soda kue. Namun, diperlukan keuletan dan kesabaran dalam pengolahannya.
Pengocokan adonan harus tepat sebelum dimasukkan dalam cetakan khusus dari kuningan atau besi dan dipanggang hingga matang. Cetakan inilah yang membuat tekstur luar kue bhoi kasar dan dalamnya tetap lembut. Semakin sering cetakan dipakai maka akan semakin baik untuk memanggang adonan karena tidak lengket.
Bentuk yang bervariasi menjadi daya tarik tersendiri dari kue bhoi.
Selain itu, kue bhoi juga bisa tahan disimpan hingga berbulan-bulan tanpa bahan pengawet. Gula dalam kue bhoi berfungsi sebagai pemanis sekaligus pengawet.
Tak sulit mencari kue bhoi di Aceh. Baik toko kue maupun pasar tradisional menyediakannya dengan harga terjangkau. Karenanya kue bhoi kerap kali menjadi oleh-oleh dari Aceh.
Bolu khas Aceh ini memiliki tekstur luar kering dan bagian dalam yang lembut. Rasanya manis namun tak berlebihan. Kue bhoi nikmat dimakan bersama segelas teh hangat atau kopi. Masyarakat Aceh pun suka mencelupkan kue bhoi dalam kopi panas sebelum disantap. Tekstur kue jadi lembut saat masuk ke mulut.
Selain untuk santapan sehari-hari, kue bhoi juga jadi bagian dari tradisi Aceh. Kue bhoi dijadikan bagian seserahan dari pengantin pria untuk pengantin wanita pada acara pernikahan. Disamping itu bhoi banyak jadi buah tangan saat berkunjung ke rumah saudara atau hajatan seperti khitan dan kelahiran.
Adapun proses pembuatan kue bhoi tidak terlalu rumit.
Mirip seperti kue bolu biasa. Bahannya hanya terdiri dari tepung terigu, gula pasir, telur, vanili dan soda kue. Namun, diperlukan keuletan dan kesabaran dalam pengolahannya.
Pengocokan adonan harus tepat sebelum dimasukkan dalam cetakan khusus dari kuningan atau besi dan dipanggang hingga matang. Cetakan inilah yang membuat tekstur luar kue bhoi kasar dan dalamnya tetap lembut. Semakin sering cetakan dipakai maka akan semakin baik untuk memanggang adonan karena tidak lengket.
Bentuk yang bervariasi menjadi daya tarik tersendiri dari kue bhoi.
Selain itu, kue bhoi juga bisa tahan disimpan hingga berbulan-bulan tanpa bahan pengawet. Gula dalam kue bhoi berfungsi sebagai pemanis sekaligus pengawet.
Tak sulit mencari kue bhoi di Aceh. Baik toko kue maupun pasar tradisional menyediakannya dengan harga terjangkau. Karenanya kue bhoi kerap kali menjadi oleh-oleh dari Aceh.
Gambar
Kue Bhoi

Ø Kue Timphan
Timphan
adalah kue/hidangan khas Aceh disaat lebaran/hari raya baik hari raya Idul
fitri maupun Idul Adha, Timphan ini dibuat 1 atau 2 hari sebelum lebaran dan
daya tahannya bisa mencapai lebih kurang seminngu,Timphan adalah menu hidangan
utama buat tamu yang berkunjung kerumah saat lebaran.
Bagi orang Aceh baik yang berada di Aceh sampai seluruh dunia tiada yang tidak mengenal ama kue/adonan yang satu ini,karena sudah menjadi tradisi turun temurun dan rahasia umum di Aceh bahwa yang namanya Timphan setiap ibu-ibu atau wanita di Aceh biasa membuatnya.
Timphan yang merupakan makanan lembek berbalut daun pisang muda ini yang
paling terkenal adalah Timphan rasa srikaya. Sebelum menjelang lebaran bisanya
ibu-ibu sudah menyiapkan daun pisang muda baik memetik di kebun atau beli
dipasar.
Saking terkenalnya Timphan ini di Aceh, sehingga banyak ungkapan/pribahasa dengan kata Timphan diantaranya yaitu “Uroe goet buluen goet Timphan ma peugoet beumeuteme rasa” ( Hari baik bulan baik Timphan ibu buat harus dapat kurasakan).
Saking terkenalnya Timphan ini di Aceh, sehingga banyak ungkapan/pribahasa dengan kata Timphan diantaranya yaitu “Uroe goet buluen goet Timphan ma peugoet beumeuteme rasa” ( Hari baik bulan baik Timphan ibu buat harus dapat kurasakan).
Gambar Timphan
